Pages

Pariwisata Morotai Layak Dikembangkan

                                 Pulau Dodola Besar dilihat dari Pulau Dodola Kecil

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia bagian timur memerlukan pengembangan di bidang pariwisata. Apalagi dengan kekuatannya di sisi wisata bahari. Salah satu destinasi yang berpotensi adalah Kabupaten Morotai, Maluku Utara.

Ditjen Pemasaran Pariwisata Kembudpar dalam rangka promosi Sail Morotai 2012 menyelenggarakan semi lokakarya bertema Akselerasi Pengembangan Pariwisata Bahari Maluku Utara. Sail Morotai menjadi momentum pengembangan pariwisata bahari di Maluku Utara.

"Wisata bahari adalah wisata yang populer, high end, tapi juga merakyat," kata Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenbudpar, Sapta Nirwandar dalam jumpa pers di Hotel Akmani, Jakarta, Jumat (29/4/2011).

Ia menuturkan di Morotai terdapat kapal karam seperti di Tulamben, Bali, yang sangat cocok untuk wisata bahari. "Dulu ada datanya, di Indonesia ada 520 titik shipwreck peninggalan perang atau tenggelam. Tapi tidak semua spot untuk diving," katanya.

Karena itu, lanjut Sapta, Morotai memiliki potensi wisata karena memadukan unsur sejarah dan bahari.

"Wisata sejarah sudah pasti. Morotai peran penting dalam Perang Dunia kedua," ujar Sapta.
Amerika Serikat dan Jepang pernah menjadikan Morotai sebagai markas mereka. Bahkan sebuah perang besar pernah terjadi di Morotai. Tak heran, di laut maupun di bumi Morotai banyak peninggalan Perang Dunia II.

Besi-besi peninggalan perang ini pun banyak diolah oleh masyarakat setempat menjadi kerajinan besi putih. Sapta berharap dengan perkembangan pariwisata dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

"Mereka jadi punya lapangan kerja lain. Jadi tidak potong besi. Supaya peninggalan sejarah tetap ada," kata Sapta.

Sementara itu Gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn mengatakan bahwa rencananya Morotai akan menjadi kawasan ekonomi khusus. "Bidang keunggulannya di bidang perikanan dan pariwisata," katanya.

0 komentar:

Posting Komentar


free web counters